Yang Harus Diwaspadai dari Aplikasi Pinjaman Tunai Ilegal

Yang Harus Diwaspadai dari Aplikasi Pinjaman Tunai Ilegal

Mau pakai aplikasi pinjaman tunai? Pastikan memilih yang sudah terdaftar di OJK seperti Kredivo. Selain aman, suku bunga Kredivo juga paling rendah dibanding aplikasi pinjaman lain. Hanya 2,95% per bulan untuk pinjaman tunai dengan tenor maksimal hingga 6 bulan.

Meskipun aplikasi pinjaman tunai sudah banyak beredar, nyatanya masih banyak juga orang yang belum tahu cara membedakan aplikasi pinjaman yang legal dan ilegal. Sebenarnya cukup sederhana, aplikasi pinjaman tunai legal adalah aplikasi yang perusahaannya sudah terdaftar secara resmi di OJK dan lolos serangkaian uji kelayakan. Sementara yang ilegal adalah sebaliknya: tidak terdaftar dalam situs maupun rilis resmi yang diterbitkan oleh OJK.

Kebanyakan orang masih menganggap remeh soal legalitas dari aplikasi pinjaman online. Sebagian orang mungkin berpikir: toh sama aja, yang penting dana pinjaman cair. Padahal, bukan itu. Banyak risiko yang mengintai serta patut diwaspadai ketika kamu menggunakan aplikasi pinjaman tunai ilegal, di antaranya:

Permintaan izin akses ke berbagai fitur di smartphone

Semua aplikasi yang kamu download melalui Google Play atau App Store pasti meminta izin akses ke fitur khusus di smartphone-mu. Begitu juga dengan aplikasi pinjaman online. Aplikasi pinjaman ini akan menjadikan izin akses ke smartphone-mu seperti kontak, GPS, atau galeri, sebagai pengukuhan profil kamu sebagai calon nasabah beserta jaminan pemberian pinjaman.

Mengapa aplikasi pinjaman meminta izin akses ke kontak, GPS, atau galeri? Sebab, pinjaman yang ditawarkan adalah jenis pinjaman cepat tanpa jaminan dan berisiko tinggi terjadi gagal bayar. Selain untuk bahan analisa, data-data di smartphone-mu juga akan dijadikan jaminan jika kamu telat bayar angsuran. Sebagai contoh, beberapa kasus pinjaman online yang marak adalah pihak perusahaan pinjaman menghubungi semua kontak nasabah karena nasabah yang bersangkutan telat bayar.

Cara ini bisa dibilang sah-sah aja. Sebagai pengguna, kamu tentu perlu paham risiko ini di awal sebelum mengajukan pinjaman. Tapi, yang jadi masalah adalah, aplikasi pinjaman ilegal biasanya akan lebih semena-mena dalam menggunakan akses yang di dapat ke smartphone-mu. Seperti misalnya, penagihan yang nggak kenal waktu, kasar, penyebaran foto, dan lain sebagainya. Yakin masih mau pakai yang ilegal?

Teknologi yang digunakan dan cara aplikasi menjaga data-data pribadi

Aplikasi pinjaman online yang tidak terdaftar di OJK bisa dikatakan memiliki teknologi yang keamanannya rendah. Mengapa begitu? Sebab, kalau teknologinya mumpuni dan kebijakan privasi yang dimiliki perusahaan pinjaman cukup jelas, maka perusahaan tersebut sudah pasti akan mendaftarkan diri dan lolos uji kelayakan dari OJK. Ketika sebuah perusahaan pinjaman online atau fintech mendaftarkan diri di OJK, akan ada serangkaian tes yang wajib dilewati mulai dari yang sifatnya administratif, cara kerja aplikasi, hingga operasional perusahaan.

Agar data-data kamu tidak tersebar dan disalahgunakan pihak ketiga, sebaiknya teliti dulu dalam melihat teknologi yang digunakan sebuah aplikasi pinjaman online beserta kebijakan privasinya. Sebagai contoh, Kredivo, yang menggunakan teknologi enkripsi data dalam aplikasinya sehingga data-data yang kamu input tidak akan bisa terbaca pihak lain yang tidak diizinkan. Selain itu, dalam kebijakan privasi, Kredivo juga mencantumkan bahwa tidak akan menyebarkan, menjual atau menyewakan data-data nasabah ke pihak ketiga.

Alamat kantor yang fiktif dan CS yang tidak bisa dihubungi

Mudah saja bagi aplikasi pinjaman dana ilegal untuk mencantumkan alamat kantor dan nomor customer service pada situs atau aplikasinya. Namun, belum tentu alamat yang dicantumkan benar dan tim customer servicenya bisa dihubungi, bisa jadi fiktif. Ini dilakukan biasanya untuk menghindari pelaporan atau nasabah yang datang tiba-tiba ke kantor perusahaan pinjaman karena mengalami kendala. Bisa jadi juga, untuk mengelabui instansi pemerintahan terkait dan perusahaan bisa bebas berganti-ganti nama aplikasi apabila aplikasi sebelumnya diblokir oleh pemerintah.

Kalau begini, yang nantinya akan dirugikan jelas adalah nasabah dari aplikasi pinjaman tersebut. Beberapa kasus pinjaman online ilegal lainnya, banyak nasabah yang ingin membayar tagihan namun aplikasi tidak bisa dibuka dan menghilang secara mendadak dari Google Play Store. Tau-tau, ketika dihubungi pihak collector dari aplikasi tersebut, jumlah tagihan malah sudah membengkak.

Suku bunga yang tinggi dengan tenor pengembalian yang sangat singkat

Karena jenisnya adalah pinjaman cepat berisiko tinggi yang cair dalam waktu satu hari, rata-rata pinjaman online saat ini menerapkan suku bunga yang terbilang fantastis yaitu sekitar 1% per hari atau mencapai hingga 30% per bulan. Belum lagi ditambah waktu pengembalian yang sangat singkat, mulai dari 7 hari, 14 hari, hingga maksimal 1 bulan.

Kalau ada aplikasi pinjaman yang legal dengan suku bunga paling rendah seperti Kredivo, buat apa masih nekat pakai yang ilegal dan bunganya mencekik? Dengan Kredivo, kamu bisa ajukan pinjaman lewat fitur pinjaman mini atau pinjaman jumbo. Untuk pinjaman mini, kamu bisa ajukan minimal sebesar Rp 500 ribu dengan tenor pengembalian maksimal 30 hari, sedangkan untuk pinjaman jumbo, kamu bisa ajukan pinjaman minimal sebesar Rp 1 juta dengan pilihan tenor pengembalian 3 bulan atau 6 bulan. Baik pinjaman mini atau pinjaman jumbo suku bunganya sama, hanya 2,95% per bulannya. Pinjaman akan langsung cair ke rekening terdaftar dalam waktu 1 hari kerja setelah pengajuan disetujui oleh Kredivo.

Bagi kamu yang sudah berusia 18 tahun, berpenghasilan tetap per bulan minimal Rp 3 juta, dan berdomisili di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Medan, Palembang, Semarang, Bali, Yogyakarta, Solo, Malang, Makassar, Cirebon, atau Sukabumi, kamu bisa download dan daftar Kredivo sekarang. Makin besar jumlah penghasilan, kamu juga berkesempatan mendapat limit kredit yang besar, maksimal hingga Rp 30 juta.