Alat Reproduksi Laki-laki

Mengulas Tentang Alat Reproduksi Laki-laki dan Kelainan yang Mungkin Terjadi

Fungsi utama alat reproduksi laki-laki adalah memberi kemampuan laki-laki untuk membuahi sel telur wanita (ovum) dengan memproduksi dan mengirim sperma. Testis juga membuat hormon yang membantu seseorang melakukan perubahan fisik yang terjadi pada laki-laki, seperti pertumbuhan rambut didaerah kemaluan dan lain-lain. Struktur pada alat reproduksi laki dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu:

  • Skrotum atau kantung skrotum adalah kantong kulit longgar yang menggantung di bawah rongga tubuh utama di antara paha atas. Skrotum dibagi menjadi dua, dan masing-masing berisi satu testis.
  • Testis (testis) dibagi menjadi dua jenis, masing-masing adalah struktur berbentuk telur yang terletak di skrotum. Testis menghasilkan sperma dan juga menghasilkan hormon pria. Testis mulai berkembang di dalam rongga tubuh pada bayi yang sedang tumbuh (janin). Sekitar dua bulan sebelum bayi laki-laki lahir.
  • Epididimis adalah tabung yang melekat pada testis tempat sperma disimpan.
  • Vas deferens adalah tabung yang membawa sperma dari epididimis. Vas deferens juga bisa disebut saluran sperma. Vas deferens memenuhi tabung dari vesikula seminalis untuk membentuk tabung pendek yang disebut saluran ejakulasi.
  • Kelenjar aksesori seks. Ada tiga kelenjar yang menghasilkan cairan yang bercampur dengan sperma untuk membentuk sperma. Sperma adalah cairan yang dikeluarkan dari penis saat ejakulasi. Tiga kelenjar terletak dekat dengan kandung kemih dan disebut:
    1. Vesikula seminalis.
    2. Kelenjar prostat.
    3. Kelenjar bulbourethral.
  • Penis. Organ yang memiliki tabung tunggal di dalamnya yang disebut uretra. Ada tiga bagian utama penis yaitu akar, tubuh, dan kelenjar. Akar adalah bagian yang menempel pada kulit di bagian atas skrotum. Tubuh penis terdiri dari jenis jaringan seperti sepon, yang membengkak ketika darah masuk saat ereksi. Kelenjar penis adalah area yang sedikit lebih besar ke arah ujung penis.
  • Uretra adalah tabung yang mengalir dari kandung kemih ke bawah penis ke luar. Ini membawa urin dan air mani.

Beberapa kelainan pada sistem reproduksi pria:

  • Balanitis.

Balanitis adalah peradangan kelenjar, atau kepala penis karena infeksi atau penyebab lain. Balanitis bisa terasa tidak nyaman dan kadang menyakitkan, tetapi biasanya tidak serius. Balanitis dapat dihilangkan dengan obat topikal.

  • Kanker penis.

Kanker penis adalah penyakit di mana sel-sel ganas (kanker) terbentuk di jaringan penis.
Kanker penis biasanya ditemukan pada kelenjar atau kulup penis tetapi juga dapat terjadi pada batang penis. Hampir semua kanker penis dimulai di kulit penis.
Penyebab dan faktor resiko untuk mengembangkan kanker penis yaitu infeksi human papillomavirus (HPV), tidak di sunat, berusia 60 tahun atau lebih, phimosis, kebersihan yang buruk, banyak pasangan seksual, AIDS, perawatan UV untuk psoriasis, dan penggunaan tembakau.

  • Kanker prostat.

Kanker prostat adalah kanker yang terjadi pada prostat atau kelenjar kecil berbentuk kenari pada pria yang menghasilkan cairan mani. Biasanya kanker prostat tumbuh lambat dan pada awalnya terbatas pada kelenjar prostat, di mana ia mungkin tidak menyebabkan kerusakan serius.

  • Gonorea.

Gonore adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri menular seksual yang dapat menginfeksi laki-laki dan perempuan. Gonore paling sering mempengaruhi uretra, rektum, atau tenggorokan. Pada wanita, gonore juga dapat menginfeksi serviks.

Baik alat reproduksi pada wanita maupun alat reproduksi laki-laki, sama-sama memiliki resiko gangguan kelainan dan penyakit. Gaya hidup yang buruk, seks bebas dan kurangnya kesadaran untuk melakukan tes kesehatan untuk pencegahan lebih awal menjadi salah satu faktor penyebabnya. Segera hubungi Dokter Spesialis jika Anda merasa ada hal-hal ganjil yang Anda alami pada organ intim Anda.