Legenda Persik Kediri

Legenda Persik Kediri

Persik Kediri resmi kembali ke kasta teratas. 2014 silam, mereka sempat bertengger di kasta teratas sebelum badai datang dan sempat menjatuhkan Macan Putih sampai ke Liga 3. Kini, klub yang bermarkas di Stadion Brawijaya ini telah kembali ke kasta teratas.

Persik Kediri bukanlah klub baru di kancah sepak bola Indonesia. Mereka adalah klub yang sempat mencatatkan rekor dengan juara dua kali beruntun di dua kasta yang berbeda. Kalian tahu Iwan Budianto dan Jaya Hartono? Nah, mereka adalah dua orang yang berjasa memberikan gelar Divisi I Liga Indonesia 2002 dan Divisi Utama Liga Indonesia 2003.

Lalu, selain dua sosok tersebut, ingatkah kalian dengan nama-nama lain? Tahukah kalian bahwa mereka ini adalah sosok yang juga berjasa dalam prestasi yang sempat ditorehkan oleh Macan Putih?

Ronald Fagundez

Pemain asal Uruguay ini adalah sosok playmaker yang langka di Liga Bola Indonesia. Menggunakan kaki kiri sebagai kaki terkuatnya, Fagundez tak terlalu banyak berlari dan lebih mengandalkan visi dan umpan yang akurat. PSM Makassar menjadi klub pertamanya di Liga Indonesia, sejak 2003 hingga 2006. Setelahnya, ia pindah ke Persik Kediri dan memberikan satu gelar Liga Indonesia 2006.

Danilo Fernando

Selain Fagundez, Persik Kediri sempat diperkuat oleh gelandang hebat lainnya dalam diri Danilo Fernando. Pemain asal Brasil ini menjadi salah satu pemain yang memperoleh dua gelar Liga Indonesia di tiga klub yang berbeda, yakni bersama Persebaya dan Persik Kediri. Ia pindah ke Persik pada tahun 2006 dan langsung memberikan gelar Liga Indonesia 2006.

Cristian Gonzales

El Loco menjadi salah satu penyerang paling ganas yang sempat bermain di Liga Indonesia. Kariernya tak jauh berbeda dengan Fagundez. Sebelum pindah ke Persik, ia bermain untuk PSM Makassar. Memulai petualangan di Persik pada tahun 2005 hingga 2008 dan turut berjasa memberikan gelar Liga Indonesia 2006.

Musikan

Selain Cristian Gonzales, penyerang Persik Kediri yang kerap dilupakan adalah Musikan. Ia membawa Persik Kediri juara Liga Indonesia 2003 mengalahkan klub-klub tenar yang lain. Musikan juga sukses menyabet gelar Pemain Terbaik Liga Indonesia 2003.

Harianto

Jika ada satu nama yang tak bisa dilepaskan dari Persik Kediri, nama itu adalah Harianto. Ia adalah kapten, legenda, dan Persik Kediri itu sendiri. Lahir di Malang, Harianto sempat membela Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, hingga Arema Malang. Sampai akhirnya ia melabuhkan hatinya ke Persik Kediri. Dua gelar Liga Indonesia yang diraih Persik Kediri, ada nama Harianto di sana.

Khusnul Yuli

Selain Harianto, nama lain yang tak bisa dilepaskan dari sejarah sepak bola Kediri adalah Khusnul Yuli. Pemain berposisi bek sayap ini telah bermain untuk Persik Kediri sejak 2003. Pemain yang lekat dengan nomor punggung 25 ini juga menjadi saksi dua gelar Liga Indonesia sempat bertengger di Stadion Brawijaya, Kediri.