Imunitas Menurun Hingga Kaki Bengkak, Inilah Penyebab dan Cara Penularan Filariasis

Imunitas Menurun Hingga Kaki Bengkak, Inilah Penyebab dan Cara Penularan Filariasis

Pembengkakan kaki dan bagian tubuh lain yang dialami penderita filariasis ternyata menjadi gejala utamanya. Untuk gejala awalnya, imunitas penderita kaki gajah ini akan mengalami penurunan dan menyebabkan tubuh lemah. Mengetahui gejala yang ditimbulkan tersebut, sebenarnya penyebab filariasis cukup banyak. Anda bisa simak penjelasannya di bawah ini yang lengkap dengan cara penularannya sebagai informasi agar dapat melakukan pencegahan sejak dini.

Berbagai Penyebab Filariasis

Dilansir dari halodoc.com, terdapat fakta bahwa filariasis ini umumnya menyerang penduduk di negara tropis dan subtropis seperti di Asia, Afrika, serta kepulauan Pasifik. Fakta kedua adalah bahwa penyebab filariasis ini adalah infeksi cacing filaria sebagai parasit di tubuh manusia. Terdapat tiga spesies cacing filaria yang bisa menginfeksi manusia dan menyebabkan pembengkakan dan gejala serius lainnya terkait dengan kelenjar limfatik.

Ketiga spesies cacing filaria tersebut di antaranya adalah Wuchereria bancrofti, Brugia timori, dan Brugia malayi. Ketiganya memang ditemukan di wilayah dengan iklim tropis dan subtropis. Di Indonesia, hampir 70% penyakit kaki gajah disebabkan oleh cacing filaria jenis Brugia malayi. Dibandingkan dengan spesies lainnya, cacing Brugia malayi ini termasuk kasus yang sedikit.

Penyebab filariasis adalah adanya infeksi dari cacing filaria ini. Proses infeksinya ini memang bertahap dan dapat terjadi secara langsung dan tidak langsung. Infeksi secara langsung ini terjadi ketika cacing filaria ini menembus kulit penderita dan hidup menetap di kelenjar limfatik manusia dan terus menginfeksi. Infeksi tidak langsungnya adalah penderita digigit nyamuk yang sudah terinfeksi cacing filaria di dalam tubuhnya.

Setelah berada di dalam tubuh manusia, cacing akan memulai aktivitasnya untuk menginfeksi. Terdapat tiga fase infeksi yang terjadi yaitu fase tanpa gejala, fase akut, dan fase kronis. Ketiga fase ini mempunyai gejalanya masing-masing dan akan berkembang terus jika tidak mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat.

Cara Penularan Filariasis

Setelah memahami bagaimana seseorang bisa terinfeksi cacing filaria, tentu Anda bertanya-tanya apakah penyakit kaki gajah ini menular ataukah tidak. Jawabannya adalah tidak. Penyakit kaki gajah ini tidak menular secara fisik, tetapi bisa menular lewat gigitan nyamuk. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya pada infeksi tidak langsung bahwa seseorang bisa mengalami kaki gajah ketika mendapat gigitan dari nyamuk yang sudah terinfeksi cacing filaria.

Penyebab filariasis melalui perantara nyamuk ini juga berlangsung dalam beberapa tahapan. Nyamuk yang terinfeksi mikrofilaria akibat menelan darah manusia yang terinfeksi, juga menularkan ke orang lain saat menggigit seseorang lainnya.

Larva cacing filaria atau telurnya akan ikut berpindah lewat gigitan nyamuk ke tubuh manusia dan semakin berkembang menjadi cacing dewasa yang menetap di kelenjar limfatik dan terus menginfeksi. Akibatnya, timbullah berbagai gejala penyakit kaki gajah yang ciri utamanya berupa pembengkakan di bagian kaki. Gejala lainnya adalah demam, pusing, penebalan kulit, muncul bercak-bercak di kulit, dan menggigil dalam kondisi yang lebih parah.

Penyebab filariasis berupa infeksi cacing filaria ini dapat ditularkan melalui nyamuk tertentu yaitu nyamuk Culex. Nyamuk ini banyak beredar di daerah perkotaan dan semi perkotaan. Berikutnya, ada nyamuk Anopheles yang ada di pedesaan. Terakhir adalah nyamuk Aedes yang terdapat di pulau endemic di kepulauan Pasifik.

Kondisi pembengkakan yang dialami penderita filariasis bisa semakin parah jika tidak segera ditangani. Kondisi yang semakin parah ini bisa menimbulkan kecacatan permanen yaitu pembengkakan tidak bisa mengempis lagi karena sudah mengeras. Untuk itu, Anda harus mengetahui gejala sampai penyebab penyakit ini. Cara penularannya di atas juga harus dihindari agar tidak terkena infeksi cacing filaria.

Sumber Artikel:

www.honestdocs.id

hellosehat.com

www.halodoc.com